Tafsiral- Maraghi yaitu dibahas arti perkata yang asing, serta memberikan penjelasan secara terperinci, sehingga memudahkan dalam pengertiannya, Tafsir Al-Azhar yang berisi padat dan jelas, dan Hasyiah Ash-Shawi b. Metode Pendidikan Islam Yang Terkandung Dalam Al-Qur’an Surat An-Nahl Ayat 125-126. 4 68 70
Whatis Tafsir Al Kasyaf. Likes: 589. Shares: 295.
TafsirAl-Qur’an Surah النحل / An-Nahl Ayat 125 Lengkap Arti Terjemah Indonesia July 2, 2021 August 20, الإسراء / Al-Isra {17} Tafsir Al-Qur’an Surat النحل / An-Nahl (Lebah) lengkap dengan tulisan arab latin, arti dan terjemah Bahasa Indonesia. Surah ke 16 Tafsir ayat Ke 125. Al-Qur’an Surah An-Nahl Ayat 125
TopPDF Kajian Tafsir Surat an Nahl Ayat 125 dikompilasi oleh 123dok.com. Kedua, „adl dalam arti seimbang. Pengertian ini dikemukakan di dalam surat al-Maidah: 95, dan al-Infitar: 7. M Quraish Shihab menjelaskan bahwa: keseimbangan ditemukan pada suatu kelompok yang di dalamnya ada bagian yang menuju satu tujuan tertentu, selama syarat
SurahAn-Nahl berarti Lebah. Sumber terjemahan dan tafsir An-Nahl ayat 97 diambil dari Kemenag. Tafsir Surah Kemudian Allah swt dalam ayat ini berjanji bahwa Allah swt benar-benar akan memberikan kehidupan yang bahagia dan sejahtera di dunia kepada hamba-Nya, baik laki-laki maupun perempuan, yang mengerjakan amal saleh yaitu segala amal
Danmereka (Yahudi dan Nasrani) berkata: "Sekali-kali tidak akan masuk surga kecuali orang-orang (yang beragama) Yahudi atau Nasrani". Demikian itu (hanya) angan-angan mereka yang kosong belaka. Katakanlah: "Tunjukkanlah bukti kebenaranmu jika
d14b0bG. pertikaian dan peperangan, maka Allah berfirman dalam ayat berikutnya, 12 surat An-Nahl ayat 126 ﻞﺤﻨﻟﺍ 12616 Artinya Dan jika kamu memberikan balasan, Maka balaslah dengan Balasan yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu. Akan tetapi jika kamu bersabar, Sesungguhnya Itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang sabar. An-Nahl16126 Maksudnya adalah kaum muslimin disuruh memberi sangsi atau hukuman kepada orang-orang yang berbuat salah sesuai dengan kadar kesalahannya tanpa menambahi atau mengurangi. Memberi sangsi yang lebih dari nilai kesalahan adalah perbuatan dzholim yang tidak disukai oleh Allah SWT. Dalam ayat ini surat An-Nahl ayat 126 Allah SWT. menegaskan kepada kaum muslimin yang akan mewarisi perjuangan Nabi Muhammad SAW. dalam menyebarkan agama Islam, tentang sikap yang harus menjadi pegangan mereka jika mereka menghadapi permusuhan. Pedoman yang diberikan oleh Allah pada ayat yang lalu adalah pedoman dalam menyeru dengan lisan. Seruan berjalan dalam tenang dan damai. Tetapi jika seruan itu mendapat tantangan yang keras, misalnya berupa siksaan atau pembunuhan, maka Islam menetapkan sikap tegas untuk menghadapi keadaan seperti itu. Adapun cara yang diberikan Allah dalam ayat ini adalah a. Membalas dengan balasan yang setimpal atau sesuai dengan penganiayan yang telah diterima. Tidaklah dibenarkan oleh agama melakukan pembalsan atau hukuman melebihi dengan apa yang telah diterima, karena tindakan tersebut merupakan kedzaliman. 12 Wahbah al-Zuhaily, Tafsir Munir, Libanon Dar al-Fikr, 1994, juz. XIII, h. 269 b. Menerima tindakan permusuhan atau penganiayaan tersebut dengan hati yang sabar dan memaafkan kesalahan itu bilamana sikap sabar dan sifat pemaaf itu dapat memberikan pengaruh yang baik. 13 5. Pendapat Para Mufassir Tentang Surat An-Nahl Ayat 125 ﻞﺤﻨﻟﺍ 12516 Artinya “Serulah manusia kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk”. An-Nahl16125 14 Ayat ini dipahami oleh sementara ulama sebagai menjelaskan tiga macam metode dakwah yang harus disesuaikan dengan sasaran dakwah. Terhadap cendekiawan yang memiliki pengetahuan tinggi diperintahkan menyampaikan dakwah dengan hikmah, yakni berdialog dengan kata-kata bijak sesuai dengan tingkat kepandaian mereka. Terhadap kaum awam, diperintahkan menerapkan mau’izhah, yakni memberikan nasihat dan perumpamaan yang menyentuh jiwa sesuai dengan taraf pengetahuan mereka yang sederhana. Sedang terhadap Ahl al-Kitab dan penganut agama-agama lain yang diperintahkan adalah jidalperdebatan dengan cara yang terbaik yaitu dengan logika dan retorika yang halus, lepas dari kekerasan dan umpatan. 13 Bustani A. Ghani dkk., Al-Qur’an Dan Tafsirnya, Semarang PT Citra Effhar, 1993, 14 Departemen Agama RI, h. 421 Kata ُعْدُا merupakan bentuk fi’il amr dari akar kata ﺎَﻋَد – ْﻮُﻋْﺪَﯾ - ًةَﻮْﻋَد ala wajni َﻞَﻌَﻓ – ُﻞُﻌْﻔَﯾ – ًﻼْﻌَﻓ yang berarti menyeru, memanggil, mengajak, menjamu. Jadi kata ُعْدُا mengandung arti perintah, yaitu serulah atau ajaklah. Dalam kitab hashiah ash-shawi disebutkan ﺪّﻤﺤﻣ ﺎﯾ سﺎﻨﻟا ُعْدُا ﺮﻣا ﻞﻌﻓ ﮫﻟﻮﻗ ، ﻠﻋﺎﻓو رﺪﻘﺗ ﺎﺑﻮﺟو ﺮﺘﺘﺴﻣ ﮫ ،ﺖﻧأ ه هرﺪﻗ فوﺬﺤﻣ ﮫﻟﻮﻌﻔﻣو سﺎﻨﻟا ﮫﻟﻮﻘﺑ ﺮﺴﻔﻤﻟا إ اﺬھ ﻰﻓو ، ﻰﻟإ ةرﺎﺷ ،ﺔﻣﺎﻋ ﮫﺘﺜﻌﺑ نأ نﺎﻛ نإو سﺎﻨﻟﺎﺑ ﺮﺒﻋو ،ﺎﻀﯾأ ﻦﺠﻠﻟ ﺎﯿﻋاد ﺎﻨﻟ اﺮﮭﻇﺎﻣرﺎﺒﺘﻋﺎﺑ س ﻂﻘﻓ . راﺪﻟ ﻞﺻﻮﻤﻟا ﮫﻧﻷ ،ﻼﯿﺒﺳ ﻦﯾﺪﻟا ﻲﻤﺳ ﮫﻨﯾد ﮫﻟﻮﻗ ،ﮫﻨﯾد ﺔﯾﺪﻣﺮﺴﻟا ةدﺎﻌﺴﻟاو ،ﺔﯾﺪﺑﻷا ةدﺎﻌﺴﻟا . 15 Lafal ُعْدُا merupakan bentuk fi’il amr kata perintah kepada Nabi Muhammad SAW. untuk menyeru manusia kepada jalan Allah SWT. agama Allah SWT.. Dalam ayat itu tidak menyebut maf’ul bih-nya obyek. Sebagian mufasir para ahli tafsir mengatakan bahwa obyek seruan Nabi adalah semua manusia. Ini berarti bahwa Nabi diutus untuk umat manusia seluruhnya. Dalam tafsir Al-Marghi makna ُعْدُا disebutkan sebagai berikut ﻠﺳرأ ﻦﻣ لﻮﺳﺮﻟاﺎﮭﯾأ عدا ىأ ﺎﻋﺪﻟﺎﺑ ﻚﺑر ﻢﮭﯿﻟإ ﻚ ﮫﺘﻌﯾﺮﺷ ﻰﻟإ ء ﻘﻠﺨﻟ ﺎﮭﻋﺮﺷ ﻰﺘﻟا ىﺬﻟا ﷲا ﻰﺣﻮﺑ ﮫ ﮫﯿﺣﻮﯾ .ﻚﯿﻟإ 16 Yaitu serulah atau ajaklah wahai Rasul Nabi Muhammad SAW. apa yang Tuhanmu utus kepada mereka dengan seruan atauu ajakan untuk menjalakan syariat-Nya yang telah ditetapkan kepada makhluk-Nya melalui perantara wahyu Allah yang diwahyukan kepadamu. Jadi menurut tafsir Al- Maraghi kata ُعْدُا ini menunjukkan arti ajakan atau seruan untuk menjalankan syari’at Allah melalui Nabi Muhammad. Sedangkan dalam menafsirkan kata menurut M. Quraish Shihab, hikmah antara lain berarti yang peling utama dari segala sesuatu, baik pengetahuan maupun perbuatan. Dia adalah pengetahuan atau tindakan 15 Ahmad ibn Muhammad Ash-Shawy, Hasyiyah Ash-Shawy, Libanon Dar al-Fikr, 2007, juz. II, h. 411-412 16 Ahmad Musthafa Al-Maraghi,Tafsir Al-Maraghi, Kairo Musthofa Al-Bab Al-Halab, 1946,
Teks Arab, Latin, Terjemah Bahasa Indonesia dan Inggris, Tafsir dan Mufradat / Arti Perkata Surat An-Nahl Ayat 125 Beserta dengan LatinnyaHallo adik-adik sekalian, Apa kabar? Semoga selalu dalam keadaan baik dan sehat selalu. Pada kesempatan kali ini kakak akan menyampaikan kutipan ayat ke 125 dari Surat An-Nahl lengkap dengan terjemah, arti perkata dan juga tafsir dari berbagai An-Nahl sendiri merupakan surat ke 16 yang terdapat pada Juz ke 14 dalam Daftar Surat Al-Quran, Tergolong kedalam Surat Makkiyah turun di Mekkah dengan jumlah ayat sebanyak 128 ayat dan surat An-Nahl ini memiliki arti Juga Surat Al-Isra Ayat 23 Teks Arab, Latin, Terjemah, Arti Perkata dan TafsirBerikut ini Teks Arab, Latin, Terjemah Bahasa Indonesia dan Inggris, Tafsir dan Mufradat / Arti Perkata Surat An-Nahl Ayat 125اُدْعُ اِلٰى سَبِيْلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُۗ اِنَّ رَبَّكَ هُوَ اَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيْلِهٖ وَهُوَ اَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِيْنَTeks Latin ud’u ilā sabīli rabbika bil-ḥikmati wal-mau’iẓatil-ḥasanati wa jādil-hum billatī hiya aḥsan, inna rabbaka huwa a’lamu biman ḍalla an sabīlihī wa huwa a’lamu bil-muhtadīnreplaceTerjemah Surat An-Nahl Ayat 125Bahasa IndonesiaSerulah manusia kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui siapa yang mendapat InggrisInvite ˹all˺ to the Way of your Lord with wisdom and kind advice, and only debate with them in the best manner. Surely your Lord ˹alone˺ knows best who has strayed from His Way and who is ˹rightly˺ Perkata Surat An-Nahl Ayat 125Download Arti Perkata Lengkap OfflineBacaanArtiاُدْعُ serulahاِلٰى kepadaسَبِيْلِ jalanرَبِّكَ Tuhanmuبِالْحِكْمَةِ dengan hikmahوَالْمَوْعِظَةِ dan pelajaranالْحَسَنَةِ yang baikوَجَادِلْهُمْ dan bantahlah merekaبِالَّتِيْ dengan cara yangهِيَ iaاَحْسَنُbaikاِنَّ sesungguhnyaرَبَّكَ Tuhanmuهُوَ Diaاَعْلَمُ lebih mengetahuiبِمَنْ dengan/pada siapaضَلَّ tersesatعَنْ dariسَبِيْلِهٖ jalanNyaوَهُوَ dan Diaاَعْلَمُ lebih mengetahuiبِالْمُهْتَدِيْنَdengan/pada orang-orang yang mendapat petunjukDownload Arti Perkata Lengkap OfflineIsi Kandungan Surat An-Nahl Ayat 125Berikut adalah isi kandungan Surat An-Nahl Ayat 125Allah memerintahkan Rasulullah untuk berdakwah menyeru manusia kepada agama-Nya. Kewajiban berdakwah ini juga berlaku bagi umat ini menjelaskan tiga metode dakwah yakni hikmah, mauidhah hasanah pengajaran yang baik dan jidal debat dengan cara hanya mewajibkan dakwah, sedangkan apakah seseorang mendapat hidayah atau tidak adalah urusan Allah. Bukan kewajiban seorang Maha Mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya dan siapa yang mendapat petunjuk. Dia Maha Mengetahui siapa yang mau menolak dakwah dan siapa yang mau ini menenangkan Rasulullah dan para dai agar tidak sedih dan kecewa jika ada orang yang menolak Surat An-Nahl Ayat 125Tafsir Kemenag RIUsai menyebut keteladanan Nabi Ibrahim sebagai imam, nabi, dan rasul, dan meminta Nabi Muhammad untuk mengikutinya, pada ayat ini Allah meminta beliau menyeru manusia ke jalan Allah dengan cara yang baik, “Wahai Nabi Muhammad, seru dan ajak-lah manusia kepada jalan yang sesuai tuntunan Tuhanmu, yaitu Islam, dengan hikmah, yaitu tegas, benar, serta bijak, dan dengan pengajaran yang baik. Dan berdebatlah dengan mereka, yaitu siapa pun yang menolak, menentang, atau meragukan seruanmu, dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Yang Maha Memberi petunjuk dan bimbingan, Dialah yang lebih mengetahui siapa yang sesat dan menyimpang dari jalan-Nya, dan Dialah pula yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk dan berada di jalan yang benar.”Tafsir Kemenag Arab SaudiSerulah wahai rasul oleh mu dan orang-orang yang mengikutimu kepada agama tuhanmu dan jalanNya yang lurus dengan cara bijakasana yang telah Allah wahyukan kepadamu di dalam al-qur’an dan -sunnah. Dan bicaralah kepada manusia dengan metode yang sesuai dengan mereka, dan nasihati mereka dengan baik-baik yang akan mendorong mereka menyukai kebaikan dan menjauhkan mereka dari keburukan. Dan debatlah mereka dengan cara perdebatan yang terbaik, dengan halus dan lemah lembut. sebab tidak ada kewajiban atas dirimu selain menyampaikan, Dan sungguh engkau telah menyampaikan, adapun hidayah bagi mereka terserah kepada Allah semata. Dia lebih tahu siapa saja yang sesat dari jalanNya dan Dia lebih tahu orang-orang yang akan mendapatkan adanya Arti Perkata Surat An-Nahl Ayat 125 dalam bentuk tabel diatas yang tentunya juga dilengkapi teks arab, latin serta terjemah dan tafsir tentu akan lebih membantu teman-teman semua untuk artikel kali ini semoga bermanfaatTeks Arab dan Latin Surat An-Nahl Ayat 125Terjemah Surat An-Nahl Ayat 125Bahasa IndonesiaBahasa InggrisArti Perkata Surat An-Nahl Ayat 125Isi Kandungan Surat An-Nahl Ayat 125Tafsir Surat An-Nahl Ayat 125Tafsir Kemenag RITafsir Kemenag Arab Saudi
ٱدۡعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِٱلۡحِكۡمَةِ وَٱلۡمَوۡعِظَةِ ٱلۡحَسَنَةِۖ وَجَٰدِلۡهُم بِٱلَّتِي هِيَ أَحۡسَنُۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعۡلَمُ بِمَن ضَلَّ عَن سَبِيلِهِۦ وَهُوَ أَعۡلَمُ بِٱلۡمُهۡتَدِينَ Ud’u ilaa sabeeli Rabbika bilhikmati walmaw izatil hasanati wa jaadilhum billatee hiya ahsan; inna Rabbaka huwa a’almu biman dalla an sabeelihee wa Huwa a’lamu bilmuhtadeen English Translation Here you can read various translations of verse 125 Invite to the way of your Lord with wisdom and good instruction, and argue with them in a way that is best. Indeed, your Lord is most knowing of who has strayed from His way, and He is most knowing of who is [rightly] guided. Yusuf AliInvite all to the Way of thy Lord with wisdom and beautiful preaching; and argue with them in ways that are best and most gracious for thy Lord knoweth best, who have strayed from His Path, and who receive guidance. Abul Ala MaududiO Prophet, call to the way of your Lord with wisdom and goodly exhortation, and reason with them in the best manner possible. Surely your Lord knows best who has strayed away from His path, and He also knows well those who are guided to the Right Way. Muhsin KhanInvite mankind, O Muhammad SAW to the Way of your Lord Islam with wisdom with the Divine Inspiration and the Quran and fair preaching, and argue with them in a way that is better. Truly, your Lord knows best who has gone astray from His Path, and He is the Best Aware of those who are guided. PickthallCall unto the way of thy Lord with wisdom and fair exhortation, and reason with them in the better way. Lo! thy Lord is Best Aware of him who strayeth from His way, and He is Best Aware of those who go aright. Dr. GhaliCall This is addressed to the Prophet to the way of your Lord with wisdom and fair admonition, and dispute with them in the way which is fairest. Surely your Lord is The Best Knower of the ones who have erred away from His way, and He is The Best Knower of the right-guided. Abdel Haleem[Prophet], call [people] to the way of your Lord with wisdom and good teaching. Argue with them in the most courteous way, for your Lord knows best who has strayed from His way and who is rightly guided. Muhammad Junagarhiاپنے رب کی راه کی طرف لوگوں کو حکمت اور بہترین نصیحت کے ساتھ بلایئے اور ان سے بہترین طریقے سے گفتگو کیجئے، یقیناً آپ کا رب اپنی راه سے بہکنے والوں کو بھی بخوبی جانتا ہے اور وه راه یافتہ لوگوں سے بھی پورا واقف ہے Quran 16 Verse 125 Explanation For those looking for commentary to help with the understanding of Surah Nahl ayat 125, we’ve provided two Tafseer works below. The first is the tafseer of Abul Ala Maududi, the second is of Ibn Kathir. Ala-Maududi 16125 O Prophet, call to the way of your Lord with wisdom and goodly exhortation,[122] and reason with them in the best manner possible.[123] Surely your Lord knows best who has strayed away from His path, and He also knows well those who are guided to the Right Way. 122. This instruction is very important for those who are engaged in the propagation of Islam. They should always keep in view two things, wisdom and excellent admonition. Wisdom implies that one should use discretion in the work of propagation and should not do this blindly like foolish people. Wisdom demands that one should keep in view the intelligence, capability and circumstances of the addressees and convey the message in accordance with the requirements of the occasion. Moreover, one should refrain from applying one and the same method to each and every person or group but should first diagnose the real disease of the addressee and then cure it by appealing to his mind and intellect. Excellent admonition implies two things 1 One should not be content with convincing the addressee with arguments alone but should also appeal to his feelings. Likewise one should not confine himself merely to arguments in condemning evils and deviations but should try to convince the other of their repugnance that lies embedded in the human nature. One should also warn of the worst consequences of those evils. Besides, one should not only try to convince the addressee rationally of the soundness and excellence of guidance and righteous deeds but should also create in him interest and love for them. 2 Admonition should be administered in such a manner as to show sincere concern for and the welfare of the addressee. Nothing should be said or done to create the impression that the admonisher is looking down upon him and taking pleasure in his own feeling of superiority. On the contrary, he should feel that the admonisher is filled with the strong desire for his reform and welfare. 123. “In a way that is better” implies that one should have a sweet tongue, show noble character and give reasonable and appealing arguments, and refrain from indulging in polemics, argumentation and controversies. The one who discusses things with people in the best manner, does not resort to accusations, crooked arguments, taunts, nor makes fun of the opponent in order to defeat him and to win applause for his own superiority in argument. For these things will produce obduracy and obstinacy. In contrast to this, he will try to convince the other in a simple and humble way, and when he feels that the other person has come down to crooked arguments, he will leave him alone lest the other should go further and further astray in his deviation. Ibn-Kathir 125. Invite to the way of your Lord with wisdom and fair preaching, and argue with them with that which is best. Truly, your Lord best knows who has strayed from His path, and He best knows those who are guided. The Command to invite people to Allah with Wisdom and Good Preaching Allah commands His Messenger Muhammad to invite the people to Allah with Hikmah wisdom. Ibn Jarir said “That is what was revealed to him from the Book and the Sunnah.” ﴿وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ﴾ and fair preaching meaning, with exhortation and stories of the events that happened to people that are mentioned in the Qur’an, which he is to tell them about in order to warn them of the punishment of Allah. ﴿وَجَـدِلْهُم بِالَّتِى هِىَ أَحْسَنُ﴾ and argue with them with that which is best. meaning, if any of them want to debate and argue, then let that be in the best manner, with kindness, gentleness and good speech, as Allah says elsewhere ﴿وَلاَ تُجَـدِلُواْ أَهْلَ الْكِتَـبِ إِلاَّ بِالَّتِى هِىَ أَحْسَنُ إِلاَّ الَّذِينَ ظَلَمُواْ مِنْهُمْ﴾ And do not argue with the People of the Book, unless it be with that which is best, except for those who purposefully do wrong. ﴿2946﴾ Allah commanded him to speak gently, as He commanded Musa and Harun to do when he sent them to Pharaoh, as He said ﴿فَقُولاَ لَهُ قَوْلاً لَّيِّناً لَّعَلَّهُ يَتَذَكَّرُ أَوْ يَخْشَى ﴾ And speak to him mildly, perhaps he may accept admonition or fear Allah20 44. ﴿إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَن ضَلَّ عَن سَبِيلِهِ﴾ Truly, your Lord best knows who has strayed from His path, meaning, Allah already knows who is doomed destined for Hell and who is blessed destined for Paradise. This has already been written with Him and the matter is finished, so call them to Allah, but do not exhaust yourself with regret over those who go astray, for it is not your task to guide them. You are just a warner, and all you have to do is convey the Message, and it is He Who will bring them to account. ﴿إِنَّكَ لاَ تَهْدِى مَنْ أَحْبَبْتَ﴾ You cannot guide whom you love ﴿2856﴾ ﴿لَّيْسَ عَلَيْكَ هُدَاهُمْ وَلَـكِنَّ اللَّهَ يَهْدِى مَن يَشَآءُ﴾ It is not up to you to guide them, but Allah guides whom He wills. ﴿272﴾ Quick navigation links
Bacaan Surat An Nahl Ayat 125 Arti Perkata Mufrodat Surat An Nahl Ayat 125 Terjemahan Surat An Nahl Ayat 125 Isi Kandungan Surat An Nahl Ayat 125 Tafsir Surat An Nahl Ayat 125 اُدْعُ اِلٰى سَبِيْلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُۗ اِنَّ رَبَّكَ هُوَ اَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيْلِهٖ وَهُوَ اَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِيْنَ Arti Perkata Mufrodat Surat An Nahl Ayat 125 dan bantahlah merekaوَجَٰدِلۡهُمserulahٱدۡعُlebih mengetahuiأَعۡلَمُjalanسَبِيلِtersesatضَلَّdengan hikmahبِٱلۡحِكۡمَةِdengan/pada orang-orang yang mendapat petunjukبِٱلۡمُهۡتَدِينَdan pelajaranوَٱلۡمَوۡعِظَةِ yang baikٱلۡحَسَنَةِۖ Terjemahan Surat An Nahl Ayat 125 Serulah manusia kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk. Isi Kandungan Surat An Nahl Ayat 125 Dalam ayat ini Allah swt meminta kepada nabi muhammad saw menyeru manusia ke jalan Allah dengan cara yang baik, “Wahai Nabi Muhammad, seru dan ajak-lah manusia kepada jalan yang sesuai tuntunan Tuhanmu, yaitu Islam, dengan hikmah, yaitu tegas, benar, serta bijak, dan dengan pengajaran yang baik. Dan berdebatlah dengan mereka, yaitu siapa pun yang menolak, menentang, atau meragukan seruanmu, dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Yang Maha Memberi petunjuk dan bimbingan, Dialah yang lebih mengetahui siapa yang sesat dan menyimpang dari jalan-Nya, dan Dialah pula yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk dan berada di jalan yang benar.” Tafsir Surat An Nahl Ayat 125 Dalam ayat ini, Allah swt memberikan pedoman kepada Rasul-Nya tentang cara mengajak manusia dakwah ke jalan Allah. Jalan Allah di sini maksudnya ialah agama Allah yakni syariat Islam yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. Allah swt meletakkan dasar-dasar dakwah untuk pegangan bagi umatnya di kemudian hari dalam mengemban tugas dakwah. Allah swt menjelaskan kepada Rasul-Nya bahwa sesungguhnya dakwah ini adalah dakwah untuk agama Allah sebagai jalan menuju rida-Nya, bukan dakwah untuk pribadi dai yang berdakwah ataupun untuk golongan dan kaumnya. Rasul saw diperintahkan untuk membawa manusia ke jalan Allah dan untuk agama Allah swt menjelaskan kepada Rasul saw agar berdakwah dengan hikmah. Hikmah itu mengandung beberapa artiPengetahuan tentang rahasia dan faedah segala sesuatu. Dengan pengetahuan itu sesuatu dapat diyakini yang tepat dan benar yang menjadi dalil argumen untuk menjelaskan mana yang hak dan mana yang batil atau syubhat meragukan.Mengetahui hukum-hukum Al-Qur’an, paham Al-Qur’an, paham agama, takut kepada Allah, serta benar perkataan dan perbuatan. Arti hikmah yang paling mendekati kebenaran ialah arti pertama yaitu pengetahuan tentang rahasia dan faedah sesuatu, yakni pengetahuan itu memberi manfaat. Dakwah dengan hikmah adalah dakwah dengan ilmu pengetahuan yang berkenaan dengan rahasia, faedah, dan maksud dari wahyu Ilahi, dengan cara yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi, agar mudah dipahami umat. Allah swt menjelaskan kepada Rasul agar dakwah itu dijalankan dengan pengajaran yang baik, lemah lembut, dan menyejukkan, sehingga dapat diterima dengan baik. Tidak patut jika pengajaran dan pengajian selalu menimbulkan rasa gelisah, cemas, dan ketakutan dalam jiwa manusia. Orang yang melakukan perbuatan dosa karena kebodohan atau ketidaktahuan, tidak wajar jika kesalahannya itu dipaparkan secara terbuka di hadapan orang lain sehingga menyakitkan hati. Khutbah atau pengajian yang disampaikan dengan bahasa yang lemah lembut, sangat baik untuk melembutkan hati yang liar dan lebih banyak memberikan ketenteraman daripada khutbah dan pengajian yang isinya ancaman dan kutukan-kutukan yang mengerikan. Namun demikian, menyampaikan peringatan dan ancaman dibolehkan jika kondisinya memungkinkan dan memerlukan. Untuk menghindari kebosanan dalam pengajiannya, Rasul saw menyisipkan dan mengolah bahan pengajian yang menyenangkan dengan bahan yang menimbulkan rasa takut. Dengan demikian, tidak terjadi kebosanan yang disebabkan uraian pengajian yang berisi perintah dan larangan tanpa memberikan bahan pengajian yang melapangkan dada atau yang merangsang hati untuk melakukan ketaatan dan menjauhi larangan. Allah swt menjelaskan bahwa bila terjadi perdebatan dengan kaum musyrikin ataupun ahli kitab, hendaknya Rasul membantah mereka dengan cara yang baik. Suatu contoh perdebatan yang baik ialah perdebatan Nabi Ibrahim dengan kaumnya yang mengajak mereka berpikir untuk memperbaiki kesalahan mereka sendiri, sehingga menemukan kebenaran. Tidak baik memancing lawan dalam berdebat dengan kata yang tajam, karena hal demikian menimbulkan suasana yang panas. Sebaiknya dicipta-kan suasana nyaman dan santai sehingga tujuan dalam perdebatan untuk mencari kebenaran itu dapat tercapai dengan memuaskan. Perdebatan yang baik ialah perdebatan yang dapat menghambat timbulnya sifat manusia yang negatif seperti sombong, tinggi hati, dan berusaha mempertahankan harga diri karena sifat-sifat tersebut sangat tercela. Lawan berdebat supaya dihadapi sedemikian rupa sehingga dia merasa bahwa harga dirinya dihormati, dan dai menunjukkan bahwa tujuan yang utama ialah menemukan kebenaran kepada agama Allah swt. Akhir dari segala usaha dan perjuangan itu adalah iman kepada Allah swt, karena hanya Dialah yang menganugerahkan iman kepada jiwa manusia, bukan orang lain ataupun dai itu sendiri. Dialah Tuhan Yang Maha Mengetahui siapa di antara hamba-Nya yang tidak dapat mempertahankan fitrah insaniahnya iman kepada Allah dari pengaruh-pengaruh yang menyesatkan, hingga dia menjadi sesat, dan siapa pula di antara hamba yang fitrah insaniahnya tetap terpelihara sehingga dia terbuka menerima petunjuk hidayah Allah swt. Related postsSurat Luqman Ayat 15, Bacaan, Arti Perkata Mufrodat, Terjemahan, Kandungan, Tafsir dan Asbabun NuzulSurat Luqman Ayat 14, Bacaan, Arti Perkata Mufrodat, Terjemahan, Kandungan dan TafsirSurat Luqman Ayat 13, Bacaan, Arti Perkata Mufrodat, Terjemahan, Kandungan dan TafsirSurat Luqman Ayat 12, Bacaan, Arti Perkata Mufrodat, Terjemahan, Kandungan dan TafsirSurat Ar Rum Ayat 54, Bacaan, Arti Perkata Mufrodat, Terjemahan, Kandungan dan TafsirSurat Ar Rum Ayat 39, Bacaan, Arti Perkata Mufrodat, Terjemahan, Kandungan dan Tafsir
Usai menyebut keteladanan Nabi Ibrahim sebagai imam, nabi, dan rasul, dan meminta Nabi Muhammad untuk mengikutinya, pada ayat ini Allah meminta beliau menyeru manusia ke jalan Allah dengan cara yang baik, "Wahai Nabi Muhammad, seru dan ajak-lah manusia kepada jalan yang sesuai tuntunan Tuhanmu, yaitu Islam, dengan hikmah, yaitu tegas, benar, serta bijak, dan dengan pengajaran yang baik. Dan berdebatlah dengan mereka, yaitu siapa pun yang menolak, menentang, atau meragukan seruanmu, dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Yang Maha Memberi petunjuk dan bimbingan, Dialah yang lebih mengetahui siapa yang sesat dan menyimpang dari jalan-Nya, dan Dialah pula yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk dan berada di jalan yang benar."
arti perkata surat an nahl ayat 125