Cerpen: Menantu Pilihan Mak. Mohd Zul Fadli Bin Mohamed atau lebih mesra dipanggil Andy, menggosok malas giginya. Kenapa dia mesti memberus gigi walhal giginya takde la kuning mana. Kalau boleh mahu sahaja dia sambung tidurnya, tetapi selagi dia tidak bergerak pulang.. selagi itulah telefonnya akan berdering minta diangkat. CerpenMasa Lalu Yang Menyakitkan. Seakan ada sebuah layar besar dihadapannya yang memutar kejadian demi kejadian yang menjadi masa lalu yang indah sekaligus menyakitkan. Semua ku alami, kisah kasih asmara aku yang sesungguhnya terjadi waktu kelas 8. 10 Foto Ini Gambarkan Kehidupan di Masa Lalu yang Tak from i akan tinggalkan dia. Memori Cerpen Masa Lalu Yang LEBIHINDAH. "Aku benci merindukan kamu, tapi aku lebih benci lagi ketika sadar aku bukan lagi siapa-siapa kamu, satu hal yang menyakitkan dari sebuah perpisahan yang tidak baik-baik, adalah ketika rindu tak lagi bisa disampaikan, semuanya terhalang jeruji-jeruji benci, berkali-kali aku mencoba lari, lari dari kenyataan yang menghampiri CerpenCinta Pertama Yang Menyakitkan Cinta itu Menyakitkan | FILM PENDEK BIKIN BAPER 2018 (Angga LOF) DaBest kawan kalian masih stay dengan kita. Yapss, ini video short movie pertama kita di YOUTUBE, sebelumnya kita udah upload part pe part di akun Awalmulanya disebuah koridor sekolah, pada saat itu karena aku datang terlalu pagi dan kelas masih kosong, aku berencana untuk pergi kearah kantin untuk mengisi perut. Dan dalam perjalanan menuju kantin, aku bertemu dengannya di koridor. Dia bersama temannya yang juga adalah teman sekelasku. Anton namanya. Menyakitkanselama 4 tahun itu, Cuma setahun pertama dia masih komunikatif..selebihnya dia bagaikan jin yang menghilang-hilang."Gimana kuliahmu, Dan?" duhhh tolol bangettt sih nanya yg gak guna., padahal udah tau kalo dia kembali itu berarti kuliahnya uda kelar, dan dia mau menepati janjinya. rviTF8. Cerpen Karangan Vika PrasisKategori Cerpen Cinta Sedih, Cerpen Pengorbanan Lolos moderasi pada 8 October 2014 Hay, namaku vika prasis, aku biasa dipanggil Vika, aku memiliki seorang kekasih yang beranama Dwi teguh arefianto panggil saja ia Reef, kita sudah pacaran lebih dari 4 tahun, dan kini kita memutuskan untuk menikah, keluarga dan teman teman ku pun sangat menyukai reef, karena reef sosok yang sempurna buat mereka, Karena aku selalu menutupi kebohongannya, ya Reef sudah memiliki seorang istri dan seorang anak laki-laki yang berusia 3 tahun, tapi aku tak pernah berkata jujur tentang hal ini kepada keluarga ku maupun teman teman ku, kedengarannya mungkin aku jahat, telah merebut suami orang, tapi ini semua Karena kami saling mencintai. Tibalah hari yang ku tunggu-tunggu, hari ini adalah hari pernikahan ku dengan reef, tampak jelas raut bahagia di wajah aku reef dan seluruh tamu yang hadir, “selamat ya vika” “semoga langgeng ya sama reef” “semoga cepet punya baby ya”. yap begitulah kira kira ucapan yang dilontarkan oleh para undangan yang hadir di acara ku. Acara pun telah usai, aku dan reef segera membersihkan badan, dan menikmati malam pertama kami. Hari-hari kami jalani dengan indah, penuh cinta di antara kami, namun reef suamiku sering kali meninggalkanku keluar kota untuk urusan kerjanya, namun aku coba untuk mengerti dia, mengerti tentang pekerjaannya. selama reef pergi, sesekali aku kunjungi istri pertamanya, dan tak jarang aku bawa bingkisan untuk Calief anak mereka, aku menyayangi calief seperti anak ku sendiri. Ketika reef pulang dan tak ada kerjaan ke luar kota, ia sesekali menemaniku untuk jalan jalan keluar, namun terkadang ia sempatkan untuk pergi ke rumah istri pertamanya, memang mulut ku bisa menerima keadaan ini, tapi tidak dengan hati ini, sungguh perih sekali, hinnga suatu saat tiba tiba aku menanyakan perasaannya, “mas, aku mau tanya boleh” ucap ku pada reef, yang sedang asik dengan laptopnya, “apa sayang?” ucap reef dengan manis kepadaku, “kamu sayang sama aku?” ucap ku dengan nada rendah, “kok kamu tanya gitu sih?” ucap reef lembut sambil membelai rambutku, “gak papa, maaf ya mas,” ucap ku lirih, “kamu kenapa sih?” tanya reef yang kini duduk di hadapanku, aku pun hanya terdiam, “bicara aja” ucap reef lagi, “aku cemburu kalo kamu ke tempat mba Carla istri pertama reef” ucap ku lirih, “maafin aku ya” ucap reef singkat dan langsung memeluk tubuhku. aku pun tak melanjutkan pertanyaan ku dan mulai terlelap dalam pelukannya. 2 tahun kemudian, aku belum juga memiliki buah hati, reef menyuruhku untuk periksa ke dokter, tapi aku takut dengan pernyataan dokter nanti, “yuk kita ke dokter” ajak reef, “hmm, aku gak mau” ucap ku menolak ajakan reef, “kenapa sayang?” tanyanya lagi, “aku takut” ucapku singkat, “takut apa” ucap reef merangkul pundakku, “bagaimana kalau dokter mengatakan yang tidak enak?” ucap ku lirih, “sayang, apapun pernyataan dokter nanti, aku akan tetap terima kamu apa adanya kok” ucap reef menenangkan ku, aku pun menyetujui ajakan reef untuk ke dokter. Sesampainya di dokter, aku dan reef pun segera masuk ke dalam ruangan dokter dan memulai untuk periksa, “gimana istri saya dok?” ucap reef yang duduk berhadapan dengan dokter yang sudah memeriksa ku, “rahim istri bapak tidak kuat untuk mengandung pak, itu dikarenakan semasa muda istri bapak sering mengkonsumsi makanan yang tajam” ucap dokter memberitahu, terlihat jelas sekali tampak raut sedih di wajah suamiku, “maksud dokter tajam itu apa?” tanya suami ku yang ingin sekali mengetahui penyebab sakit ku, “istri bapak terlalu sering mengkonsumsi makanan pedas, itu yang membuat ia seperti sekarang” ucap dokter menjelaskan, mendengar ucapan dokter aku pun tak kuasa menahan airmata ku, ku teteskan bulir airmata ini karena kesalahan ku dahulu yang tak menjaga kesehatan ku, dan aku belum bisa menjadi seorang istri seutuhnya dan aku belum bisa membahagiakan suamiku, reef pun menoleh ke belakang menatap aku yang sedang terisak tangis, reef pun segera menghampiriku dan mendekap tubuhku penuh hangat, dan akhirnya kami pulang ke rumah kami. Sesampainya di rumah reef dengan penuh kasih sayang menenangkan ku “gak usah sedih sayang, kalo rezeki, kita pasti punya anak” ucap reef membuatku merasa sedikit tenang, “tapi maaf, kau belum bisa bahagiain kamu” ucap ku pada reef, “aku udah bahagia kok memiliki kamu” ucap reef sambil memcium keningku dengan mesra. ya tuhan aku merasa menjadi wanita beruntung bisa memilikinya. 3 tahun kemudian, aku tak kunjung hamil, hingga ku lihat perubahan besar pada suamiku ini, ia jadi sering berpergian dan jarang sekali ada di rumah. Suatu hari reef memaksa ku untuk pindah rumah, dengan alasan rumah yang kami tempati sudah tidak bagus lagi, padahal menurutku rumah ini masih baik baik saja, akhirnya kita pun mengontrak sebuh rumah kecil di daerah cilandak, aku seperti tinggal sendri di rumah baru ku, karena suami ku yang jarang pulang, kecemasan dan kekhawatiran terus mengelayuti perasaan ku, hingga akhirnya ku dapati kabar dari teman terdekatnya, bahwa ia telah menikah lagi dengan seorang perempuan yang tak lain adalah atasan di kantornya, oh tuhan betapa sakit hati ini mendapati kabar seperti itu, dan terlebih alasan sebenarnya reef menyuruhku pindah rumah adalah, karena istri barunya tinggal di daerah itu, aku menanggis dan terus menangisi, namun aku berusaha agar tak ada yang mengetahui airmata ku dan mengetahui kelakuan suamiku. Hingga orangtuaku datang mengunjungi ku, “vika, reef mana?” ucap mama ku yang sudah tua, “ehm, reef lagi keluar kota mah” ucap ku berusaha tegar, “oh gitu, kamu sendrian?” tanya mama ku lagi, “iyalah ma, sama siapa lagi” ucap ku dengan senyum sedihku. Berhari hari aku jalani hari hari ku sendri, tanpa ada suami yang menemani ku, ingin aku bercerita tapi aku binggung harus bercerita dengan siapa, hingga aku putuskan aku cerita kepada sahabatku Rivi, rivi ia begitu mengerti perasaan ku, berkali kali ia berusaha mengajakku jalan agar daapt ku lupakan semua masalah ini namun tak bisa ku lupakan begitu saja. Hingga tiba bulan ramadhan, aku laluinya sendri pula, aku sahur, aku berbuka hingga aku shalat tarawih sendri, miris hatiku mengingat semua, ingin aku mengakhiri semua ini tapi perasaan cinta ini masih saja ada untuknya. suara Bedug pun sudah berkumandang dimana mana, pertanda bahwa ramadhan akan segera berakhir, aku ditelpon mama mertua ku untuk lebaran disana, akhirnya aku pun segera berangkat kesana. Setibanya disana aku disambut dengan hangat oleh keluarga suamiku disana, dan betapa terkejut aku, ketika kulihat reef datang dengan istri barunya yang sedang mengandung seorang anak, “ya tuhan cobaan apalagi ini” gumam ku dalam hati, aku berusaha sekuat mungkin agar tak meneteskan airmata ku, mama mertua ku selalu mendukung aku, dan tak perdulikan istri barunya reef, itu pun menjadi semangat kecil dalam hatiku untuk tetap tegar. Malam pun tiba, dimana aku harus tidur satu ranjang dengan suamiku dan madu ku, rasa sakit terus berkecamuk dalam hatiku, rasanya aku berlari dan berteriak sekuat tenaga, namun aku coba untuk sabar dan ikhlas. hari lebaran pertama dan kedua aku lalui di tempat mertua ku, dan aku diantar pulang oleh adik ipar ku sampai di jakarta. Setelah kejadian saat malam idul fitri itu, aku terus merenunggi kesalahanku, tak henti aku mohon ampun kepada allah, atas segala kesalahanku yang tak bisa menjaga suamiku, hingga ku putuskan untuk bercerai dengan reef, perlahan aku cerita kepada kakak ku yang pertama kezia, dan aku mohon pada kezia agar tidak bercerita pada siapapun dulu, terlebih kepada mama ku, “zia, aku mohon, jaga rahasia ini dulu ya” ucap ku menanggis dalam pelukan kakak ku, namun ternyata kezia bercerita lagi kepada kakak ku yang lebih tua darinya, ya dia cherly, kak cherly pun datang ke rumah ku, bertanya yang sebenarnya terjadi padaku, alhasil aku pun menceritakan semua kepadanya, “ya allah, gak disangka, reef yang kelihatan baik, ternyata seperti itu” ucap kakak ku dengan airmata yang ikut menetes di wajahnya, “udah, kamu tinggal sama kakak aja ya, gak usah kamu ketemu lagi sama reef” ucap kakak ku yang mulai membenci reef. Aku pun menyetujui untuk pindah ke rumah kaka ku, disana aku ditanya tanya tentang tahun tahun yang aku jalani, “kenapa kamu terus bertahan?” ucap kak kezia, “aku sayang, aku cinta sama reef kak” ucap ku sedih, “tapi reef gak cinta sama kamu” ucap kakak ku yang bernama steffy, “reef sayang kak sama aku, aku yakin reef masih cinta sama aku” ucap ku kekeuh dengan pendirian ku, “kalo reef sayang sama kamu, dia gak mungkin lukai perasaan kamu seperti ini” ucap kak cherly, aku pun hanya mampu menangisi semua yang telah terjadi di hidup ku. Esoknya aku memberanikan diri untuk bertanya pada mama ku, Karena orangtua ku hanya tinggal mama, “mah, kalo aku cerai dari reef, gimana?” tanya ku dengan hati yang ku paksa untuk tegar, jelas sekali tampak wajah kaget, kecewa, sedih jadi satu di wajah mama ku, “emang ada masalah apa?” tanya mama ku lirih tanpa airmata yang menetes, “udah gak cocok aja mah” ucap ku pelan, “apa gak bisa diperbaiki? coba difikirin lagi” ucap mama ku yang terlihat seperti terbebani, “aku udah fikirin mah, aku yakin” ucapku mantap, mendengar ucapan ku mama hanya diam tak berkomentar apapun, aku tahu sekali sakit yang mama rasakan mendengar aku ingin bercerai, setelah aku bicara seperti itu, aku lihat mama ku selalu murung, dan diam seperti melamun, aku gak tega ya allah melihatnya, perlahan tapi pasti aku mulai menceritakan yang sebenarnya, alhamdulilah mama ku bisa memahami ku, mama ku memang sosok yang penyabar dan kuat, itu yang selalu aku contoh dalam kehidupan ku. Kini aku tak lagi sendiri, aku tinggal bersama keluarga yang sangat menyanyangiku, dan sahabat sahabat ku yang mencintai aku. Dan kini aku telah memiliki seorang kekasih yang beranama imam, dia baik, dia duda ditinggal mati istrinya, ia memiliki 3 orang anak dan mengurusnya sendiri, dia memang sosok laki-laki yang hebat, tapi jujur perasaan ku masih saja milik reef. Berbulan-bulan berpacaran dengan imam, aku tau ia sangat mencintai ku, tapi aku belum bisa merasakan tulusnya cinta dari hatinya, aku pun mulai melayangkan gugatan cerai ke pengadilan, hari pertama sidang, reef suamiku tak kunjung datang, ternyata reef saat ini tengah sakit keras, aku pun tak tega mendengar kabar itu, terlebih lagi istri barunya sekarang meninggalkan reef ketika ia tau reef sakit, aku pun segera pulang ke kampung mertua ku, sesampainya disana aku langsung diajak oleh mertua ku ke rumah sakit untuk melihat suamiku, dan ku lihat disana, sosok suami yang dulu bertubuh besar, kini ia berubah menjadi kurus dan berbaring tak sadarkan sejak 2 hari lalu, ya suamiku koma kini, airmata ku tak bisa aku bendung lagi, aku menanggis menatap wajah suamiku, “reef terkena kanker otak stadium 3 vik” begitulah ucapan mama mertuaku, “ya allah, kenapa harus seperti ini? jangan siksa ia, aku gak sanggup melihatnya” ucap ku dalam tangis, ku genggam erat tangagnnya, ku berbisik kata cinta di telingganya, kebesaran Allah, suami ku mulai membuka kembali matanya, tapi betapa terkejutnya aku, ia tidak mengenali ku, bahkan tidak mengenali orangtuanya, miris sekali hati ini melihat dia berbaring lemah tanpa ingatan apapun, apa yang harus aku lakukan. Keesokan harinya aku kembali ke Jakarta, aku ceritakan semua yang telah terjadi pada reef suami ku. “biarin vik, itu karma buat dia yang udah nyakitin kamu” itulah ucapan yang terlontar dari mulut kakak ku cherly, “kak, aku mohon, lupain itu, kini dia bener bener sakit kak, dia kena kanker otak stadium 3” ucap ku dengan airmata yang menetes, kakak ku pun diam ketika aku mengatakannya, “dia udah gak kenal siapa siapa lagi, aku masih sayang sama reef, aku akan jaga dia sampai habis waktunya” ucapku sambil mengusap airmata yang berlari di pipiku. semua hanya diam dan mengizinkan ku untuk menjaga suami ku reef. Aku pun segera menghubungi imam kekasih ku saat ini, aku ajak ia untuk bertemu, kami pun bertemu di salah satu cafĂ© di Jakarta, “vik, setelah pengadilan pun selesai, aku akan menikahi mu” ucap imam dengan lantang, ucapan itu pun membuat ku semakin binggung, tapi aku coba untuk mengatakannya, “imam, aku rasa hubungan kita cukup sampai disini aja” ucap ku sambil memejamkan mata, karena kau tak ingin terlihat lemah di hadapannya, “loh? Kenapa vik? Aku salah apa? ” tanyanya sambil mengenggam kedua tanganku, aku pun melepaskan genggamannya, “kamu gak salah, tapi aku akan kembali kepada suami ku reef” ucap ku yang sangat mengagetkan dia, “kamu bercanda kan?” ucap imam, “gak, maafin aku mam, aku Cuma cinta sama suami ku” ucap ku yang terdengar lirih, “suami kamu udah nyakitin kamu vik, khianati kamu” ucap imam ingin melunturkan cintaku, “aku gak peduli mam, mungkin saat itu reef khilaf” ucap ku yang langsung meninggalkan imam sendri di cafĂ© itu, “kamu benar benar berhati suci vika, gak ada dendam sedikit pun di hati kamu, aku akan tetap nunggu kamu disini” ucap imam. Aku pun segera pulang ke rumah kakak ku, aku mengajak mama dan kakak ku untuk ikut menjengguk reef di kampungnya, aku juga bawa beberapa baju Karena aku akan tinggal disana untuk merawat reef. Sesampainya di kampung, aku langsung menuju rumah sakit, ku masuki ruangannya, kulihat mertua ku menanggis sedih dengan keadaan reef yang semakin kritis, ternyata tak hanya aku yang menanggis, mama dan kakak aku pun ikut menanggis melihat suami ku reef yang terlihat sangat kurus dan tak berdaya sama sekali, “mama maafin kamu kok reef” ucap mamaku sambil mengusap lembut kepala suami ku, “kakak juga amaafin kamu reef” ucap kakak ku, lalu tibalah aku, ku jatuhkan tetes demi tetes airmataku di tangan reef, “aku maafin semua kesalahan kamu reef, aku gak bisa ngeliat kamu seperti ini,” ucap ku lirih sekali, ku lihat reef pun membuka matanya, dan menatap mataku dengan lemah, “aku ikhlas reef ngelepas kamu pergi, aku sayang banget sama kamu” ucap ku sambil mengecup punggung tangan suamiku, kulihat senyum indah di wajah reef, namun senyum itu perlahan memudar dan reef menghembuskan nafasnya yang terakhir di hadapanku, tangis ku pecah tak dapat menahan semuanya, isak tangis pun memenuhi ruangan ini, aku kecup bibir suami ku dengan lembut untuk terakhir kalinya. aku antar reef sampai ke tempat peristirahatannya yang terakhir. Aku pun kembali ke Jakarta bersama keluarga, sebelum ku pulang, mertua ku bilang, “vika, maafin reef ya” ucap mama mertua ku, aku pun hanya mengangguk pelan, kulihat mama ku dan mertua ku saling berpelukan sedih, ada tangis pula disana, namun bagiku itulah airmata pengikhlasan. Ketika aku kembali ke Jakarta, aku masih saja sedih dengan apa yang terjadi pada ku kini, tapi aku coba kuat tabah dan ikhlas. Cerpen Karangan Vika Prasis Blog Cerpen Mencintai Walau Disakiti merupakan cerita pendek karangan Vika Prasis, kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya. "Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!" Share ke Facebook Twitter WhatsApp " Baca Juga Cerpen Lainnya! " Aku Tidak Mengenalmu Oleh HA Iman adalah segala-segalanya bagiku, hingga ketika ia benar-benar pergi aku bagai tak punya apa-apa selain sesak di dada. Namanya Muhamad Iman, pria yang kukenali setahun silam. Orangnya ceria, humoris Satu Tubuh Oleh Embun Suhaegy Di suatu desa yang terkenal dengan keasrian, keindahan bunga-bunga indah yang banyak tumbuh di kampung itu ternyata tumbuh pulalah seorang gadis yang sungguh kecantikannya bagaikan bunga yang paling indah Sepenggal Cinta Fatimah Untuk Bunda Oleh Meri Andini Kudapati seorang wanita rupawan duduk rapi menadakan tangannya mengharapkan do’anya dikabulkan oleh sang ilahi, ia menangis mengeluarkan bulir-bulir mutiara segarnya setelah seharian penuh ia bekerja, aku melihatnya dan memandangnya Akankah Kau Kembali? Part 3 Oleh Aria Rostiana Empat hari selanjutnya, Bilqis mengajak Kelvin pergi, tapi Kelvin menolaknya. Dia beralasan bahwa dia sedang menyelawat temennya yang kecelakaan padahal Kelvin sedang menyiapkan kejutan ulang tahun untuk Bilqis. “Lo “Love” Rasa Yang Tak Akan Pernah Mati Oleh April lia Cinta. Satu kata penuh makna yang indah. Melebihi kilauan berjuta bintang di langit. Cinta. Semanis senyum yang terlukis di wajahmu. Ya, setiap lekuk wajahmu yang memancarkan keindahan. Sungguh mempesona “Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?” "Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan loh, bagaimana dengan kamu?" Cerpen Cinta – Kisah yang paling bosor makan diangkat menjadi sebuah cerita pendek adalah cerpen gelojoh. Cerpen ini akan mengutamakan cerita pelalah sang tokoh penting dengan ending yang dibuat sedemikian menarik di adegan akhir. Beberapa konflik kali akan dimunculkan. Cerpen adalah sebuah karya sastra yang penokohannya hanya berfokus pada suatu orang serta tinggi ceritanya yang hanya sedikit. Rata-rata cerpen ditulis dengan tema perorangan seperti mana kisah sehari-hari atau tambahan pula kisah pribadi. Cerpen dengan tema majuh ditujukan lakukan penggemar karya jasad dari umur 15-20 tahun. Karena cerpen caruk ini mengandung cerita yang membawa narasi percintaan remaja. Neko-neko Cerpen Besar perut 1. Cerpen Cinta Romantis 2. Cerpen Cinta Sedih 3. Cerpen Cinta Segitiga sama 4. Cerpen Cinta Pertama 5. Cerpen Cinta Islami Macam-macam Cerpen Majuh Cerpen cangap sendiri dibagi kembali menjadi beberapa bagian tema yang bisa dijadikan referensi bagi yang mau membacanya. Varietas-keberagaman cerpen cinta ini mengandung inti narasi nan berbeda plong setiap bagiannya. Merujuk pada cerpen sendiri, sudah pasti isi dari cerpen rajin ini akan dibuat padat serta menarik dari segi ceritanya. Berikut ini yaitu beberapa jenis cerpen cinta yang akan dibahas. 1. Cerpen Comar Romantis Cerpen Bosor makan Sentimental Sesuai dengan namanya cerita ini mengisahkan sebuah cerita romantis anak muda. Biasanya macam cerpen begitu juga ini banyak disukai, karena kisahnya yang manis dan romantis. Sama dengan paradigma cerpen berikut Perawan mungil itu turut kedalam sekolah barunya. Dengan tustel yang terampai di lehernya serta tas di punggungnya. Amoi itu tetap berjalan sekali lalu mengecap bilang orang yang masuk bersama dirinya. Benda yang ia cari dari tadi pun ditemukannya. Gadis itu mencari namanya di gawang mading itu dan menemukannya. Baca Pun Contoh Cerpen Romantis 7-A Allirania Westora Lalu dia memperhatikan satu persatu nama teman nan berada di kelasnya hingga ia berhenti di satu tera. Zidan Malvianer Minus sadar, ia tersenyum saat melihat nama itu. Lira melanglang kembali serempak berburu kelasnya. Saat membias, sonder ingat ia menabrak seseorang yang menyebabkan anda terjungkal ke pantat berbarengan menatap ke sisi hamba allah yang menabraknya. Lira terpaku saat orang itu menjengukkan tangannya untuk menolong. “Maaf, tadi gue gak liat jalan.” Lira tetapi diam berbarengan menatap makhluk itu yang sekarang memaksanya untuk pulang ingatan. “Anak plonco?” Lira memperhatikan style orang di hadapannya itu dalam diam. Headphone, ransel serta kupluk nan warnanya semua hitam. “Kelas berapa.?” Lira menatap mata khalayak nan berada di hadapannya. Mengalihkan perhatiannya dari penampilan bani adam itu. “Nama lo?” Lira terperanjat. Orang itu menatap Lira lembut sambil menunggu jawaban Lira. “Li..Lira.” Balasannya suara tanah lapang itu keluar dari mulut Lira. Walaupun dengan cemas dan sedikit menggigil. “Ooh, nama lo Lilira. Gue Genta. Inferior 11 IPA 2. Udah milih mau ekskul barang apa? “Enggak Lilira tapi Lira. Inferior 10 Bahasa 1. Hmm.. Mana tahu fotografi, kak.” Lira tanpa pulang ingatan tersenyum sambil menyembunyikan raut merah di wajahnya. “Oke. Gue rebut dulu ya, Lira. Sorry, udah cak bagi lo jatoh tadi. Bye.” Lira menatap Bel nan bepergian menjauh melewatinya dengan senyuman yang tersungging di bibirnya. “Namanya Genta.” gemam Lira. Lira berjalan turut ke dalam kelasnya dan menemukan palagan nihil di pojok belakang kelasnya. Engkau mengambil tempat di sana dan melepas pemotret nan terjemur di lehernya tadi. “Hai, gue boleh duduk disini?” Lira mencugat dan menatap merek yang tertera di name tag seragam cowok itu. “Dapat. Salam kenal, Zidan.” 2. Cerpen Cinta Terharu Cerpen Cinta Sedih Farik dengan cerpen sebelumnya kisah yang satu ini tak mencerminkan keromantisan. Justru mengistimewakan kisah yang terbilang sedih. Begitu juga ini kamil cerpennya Aku menyanyikan lagu It Will Rain peruntungan Bruno Mars sambil memandangnya di tengah cafe. Duduk di tempat favoritnya dengan pesanan nan setolok setiap harinya. Dia doyan lagu ini. Karena itu anda selalu tersenyum memandang lurus ke depan dan adakalanya berdendang. Bagian terbaiknya, dia majuh turut meratus di bagian reffrain. Maka dari itu, suaraku cangap agak kupelankan semoga aku dapat mendengar suara indahnya. Gadis ini kehabisan penglihatannya setahun yang lalu. Itu nan kutahu. Dan setelahnya, aku mengajaknya ke cafe ini dan mendengarkanku bernyanyi. Yeah, aku ingin menciptakan menjadikan dirinya menjadi milikku hanya.. “Sering, kamu disini. Kita pulang ya,” ..Itu enggak mungkin. Koteng lelaki menghampirinya nan ku tahu bernama Adly, ternyata sira tunangannya. Sehabis aku menemukannya di taman dan mengajaknya ke cafe, pada hari itu pula hatiku patah detik melihat kenyataannya. 3. Cerpen Cinta Segitiga Cerpen Cinta Segitiga sama Mencintai seseorang yang sudah lalu menjadi milik orang lain itu memang menyakitkan. Sebagai halnya cerpen cinta segitiga sama ini Aku melihatnya selalu. Di medan itu, bersama orang yang sama. Indira Rayana Gadis. Seorang cewek yang menjadi idola di kampus dan sering aku pandangi dari kejauhan. “Hai sayang,” No. Itu tak panggilannya terhadapku. Lain juga suaraku nan memanggil dirinya. Itu suara Agna, inai Raya yang selama setahun ini menemani hari-hari gadis itu. Bagiku, saat dimana Raya memanggil namaku adalah kepelesiran semu. Aku hanyalah bayang-bayang Raya. Aku bukan pernah dianggap terlalu berarti di vitalitas Raya. Hanya berusaha cak acap cak semau disaat beliau pelir. “Arich, boleh bantuin lubang engga?” Aku tetapi tersenyum jikalau Raya sudah menghampiriku dengan wajah puppy facenya yang unik. Raya selalu menclok padaku jika dia butuh sesuatu. Dan aku, cuma bisa menuruti semua maunya. Raya menangis. Kali ini Agna tidak menimbangi pesan singkatnya. Raya berdasar di pundakku dengan isakan yang masih terdengar di telingaku. “Gua tekor apa, rich? Agna selalu aja ki berjebah gitu. Dia anggep gorong-gorong ada gak sih, dia anggap korok tabo bukan sih.” racaunya spontan mengusap air mata yang berputar di pipinya. Andal saja. Aku sudah cak hendak membuat tanda di pipi Agna saat ini. Dia enggak berhak membuat Raya menangis seperti ini. “Andai, Agna seperti elo, Rich. Boleh jadi air mata sialan ini tidak akan keluar berpokok ain liang.” Deg. Raya andai kamu tau. Aku engga akan biarin kamu nangis berkecukupan gini. “Aku tetapi mau kamu tau, kalo sejauh 2 masa ini perasaan itu ada. Selalu merecup tanpa aku sadari. Selalu berpendar jika ia di dekatku.” Dia remang disana. Dengan wajah yang pengecut. Aku tau. Keputusan yang aku buat boleh mengapalkan dampak osean. Dan itu terlihat di matanya. Kekecewaan nan ki akbar. Aku merem mata sejenak sembari menyerobot ludah yang mengganjal di halkum. Aku siap. Apapun itu. Apapun jawaban di sikapnya, aku siap menerima resikonya. Baca Juga Cerita Mambang 4. Cerpen Besar perut Pertama Cerpen Buruk perut Pertama Terpesona untuk permulaan kalinya memang terasa aneh dan pelalah membuat dalaman deg-degan. Setiap hamba allah pasti mengalami caruk pertama, tapi entah kapan rasa itu tumbuh. Sama dengan cerita cak acap pertama berikut ini Bian ini teman sekelasku di SMP. Dulu, kami tidak terlalu intim sebatas akhirnya penanggung jawab kelasku menunggalkan siswa-siswi dalam satu meja. Detik itu aku berkenalan dengan Bian. Bian itu dulu bukan sama sekarang. Tingginya dulu sepantaran denganku. Namun, saat kelas bawah 8 engkau masuk ekskul voly dan detik itu aku menyadari, Bian telah menjelma menjadi cowok macho dan kharismatik di mataku. Bian bukan sama dengan Arjuna dalam pentolan pewayangan yang serba sempurna. Bian hanyalah Bian. Dengan segala kehangatan dan kekonyolannya nan kadang diluar wajar. Bian enggak pernah mau disamakan dengan most wanted di sekolah. Meski aku terkadang suka melihat beberapa siswi menahan nafas saat melihat Bian, tapi Bian lain peduli. Dia sekadar mau menjadi dirinya koteng. Entah sejak bilamana perasaanku pada Bian merecup. Yang jelas, tiap aku berdekatan dengannya degupan jantungku gelojoh lebih cepat dan pipiku yang merona biram. Menyatakan perasaanku? Sama sekali tidak pernah terfikir internal benakku untuk bilang suka’ atau bahkan sayang’ sreg Bian. Hanya satu nan kusyukuri, aku dapat melihat sorot alat penglihatan teduhnya dan terkadang senyum manis dengan lesung pipit di kedua pipinya terbingkai luhur di wajahnya. “Na, pulang sekolah nonton marilah.” ucapnya. Aku tersadar berusul lamunan panjangku selama Bian menonton Gladys latihan. Deg. Dadaku berdegup lebih cepat. Bian memang adv amat dekat denganku. Hampir semua kegiatannya ia lewati bersamaku. Tapi, mengapa ajakannya kali ini berefek besar pada jantungku? Baca Juga Cerita Hikayat 5. Cerpen Cinta Islami Cerpen Cinta Islami Dua insan yang terbawa sekadar setia ingin mempertahankan keteguhan imannya. Hal tersebut membuat keduanya memanjakan dalam diam sampai akhirnya waktu nan mempersatukan. Inilah teoretis cerpen gegares yang islami Santriwan dan santriwati mulai berdatangan ke pesantren. Dengan membawa tas segara untuk bekal mereka selama ki berjebah disana. Beberapa ustad dan ustadzah terpandang menyambut mereka dengan senyuman hangat. Salam dan sapa terdengar bersambutan dari mereka sehingga pelataran pintu setakat halaman pesantren penuh dengan para santri. Bersamaan dengan para santri yang baru ikut. Hari itu, gadis dengan kerudung biru menatap gerbang pesantrennya dengan getaran awak nan lumayan kencang. Baru pertama kali beliau meluluk pesantren dan mungkin ini anda harus dahulu terpisah dengan keluarganya. Baginya, ini adalah camar duka pertama siapa berjarak berusul orang tuanya. Dan, pertama kalinya ia merasakan sekolah khusus selam seperti ini. Tas yang dibawanya lumayan osean hingga ia lumayan kesusahan membawanya. Sampai sebuah tangan menahan tasnya dan sekali lagi membuatnya berpaling. Seorang santriwan menatap tas besarnya habis mengambil alih pegangan tas yang sudah terlepas dari tangan gadis itu. “Santriwati baru, ya? Di kamar mana?” Cak bertanya santriwan yang masih belum dijawab oleh gadis itu. Gadis itu akhirnya merunduk malu detik santriawan di hadapannya tersenyum lebar. “Kamar Khadijah, akhi.” Jawabnya pelan. Santriwan itu berjalan dengan menenteng dua tas di antara kedua tangannya. Matanya menatap lurus ke sebelah jalan tanpa menoleh ke arah amoi yang berjalan dengan malu di belakangnya. Gadis itu menatap punggung santriwan yang membantunya. Punggung besar individual pria itu barulah permulaan bisa jadi dilihatnya. Keluarganya sahaja beranggotakan pemudi karena figur seorang ayah sudah lama meninggal. Santriwan itu berbelok dan menghadap gerbang kamar santriwati. Langkahnya terhenti dan melongok ke sebelah gadis nan masih melanglang dengan menyerah. Sebatas akhirnya pejabat gadis itu melanggar dada santriwan yang sudah melulum senyum. “Afwan Akhi. Saya tidak lihat tadi.” Ucap gadis itu cepat. Santriwan itu tersenyum renik. “Nama ukhti siapa?” Tanya santriwan itu pelan. Gadis itu start kesulitan menyembunyikan rona merah di wajahnya. Sembari mewakili tas besarnya, gadis itu perlahan mengangkat kepalanya hingga matanya bertemu dengan mata santriwan itu. “Cap saya Naira, Akhi.” Ujar gadis itu pelan. “Nama saya Ali, Ukhti.” Balas santriwan itu. Debaran itu mulai unjuk diiringi dengan rasa menghangat di hati keduanya. Senyuman yang tersungging silih berbalas. Dengan mata yang memandang malu-malu, keduanya ubah menahan senyuman yang semakin gempal. Itulah sejumlah spesies dan penjelasan cerpen rajin yang dapat dijadikan teks nan ringan dan menyenangkan hati. Cerpen cangap akan menimbulkan kesan mendalam cak bagi pembacanya. Sesuai dengan tema yang dibawakan. Pembaca akan hanyut dengan cerpen majuh nan dikarang oleh sang penulis dan terpukau akan suasananya. Terutama jikalau cerpen cinta itu dibawakan dengan baik dan penyampaiannya cerita yang bukan berpiuh. Cerpen Cinta

cerpen cinta pertama yang menyakitkan